Manchester United tampaknya mulai menyusun ulang rencana besar untuk bursa transfer musim panas mendatang. Salah satu kabar yang cukup mencuri perhatian adalah kemungkinan hengkangnya Alejandro Garnacho, sementara Kobbie Mainoo justru makin kuat dipertahankan di skuad Setan Merah.
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi dari manajemen klub dalam menyusun ulang kekuatan tim di bawah pelatih baru, Ruben Amorim.
Garnacho Dekat dengan Pintu Keluar Man United

Alejandro Garnacho nyaris meninggalkan Manchester United pada jendela transfer Januari 2025 lalu. Dua klub papan atas Eropa, yaitu Chelsea dari Inggris dan Napoli dari Italia, telah melakukan pendekatan serius untuk memboyong winger muda asal Argentina tersebut.
Meski saat itu Manchester United telah bersedia menurunkan harga jualnya menjadi 65 juta euro demi mempermudah proses kepindahan, nyatanya transfer tersebut tidak kunjung rampung. Napoli, yang sedang mencari pengganti Khvicha Kvaratskhelia usai sang pemain hijrah ke Paris Saint-Germain dengan mahar 70 juta euro, harus mengurungkan niat lantaran tuntutan gaji dari Garnacho dianggap terlalu tinggi.
Kini, laporan dari jurnalis sepak bola kenamaan, David Ornstein, mengindikasikan bahwa kepergian Garnacho di musim panas ini menjadi kemungkinan yang sangat nyata. Segala sesuatunya kini bergantung pada kesepakatan antara pihak klub dan sang pemain. Jika titik temu ditemukan, maka petualangan Garnacho bersama Manchester United kemungkinan besar akan segera berakhir.
Mainoo Masih Dianggap Aset Penting
Berbeda halnya dengan Kobbie Mainoo. Nama gelandang muda ini justru menjadi prioritas untuk dipertahankan oleh manajemen. Walaupun sempat menarik minat dari Chelsea, terutama saat Manchester United tengah berupaya menyesuaikan diri dengan aturan ketat Profit and Sustainability Rules (PSR) dari Premier League, kondisi sekarang mulai menunjukkan kestabilan.
Sumber internal klub mengungkapkan bahwa ada keyakinan yang makin menguat bahwa Mainoo akan tetap berada di Old Trafford musim depan. Pemain berusia 20 tahun itu masih terikat kontrak untuk tiga musim ke depan. Meski sebelumnya tersiar kabar bahwa dirinya ragu memperpanjang kontrak, manajemen klub tetap yakin bahwa Mainoo akan tetap menjadi bagian penting dalam visi jangka panjang mereka.
MU sendiri menghargai Mainoo setara dengan angka 70 juta poundsterling, nilai yang cukup besar jika klub memang memutuskan untuk melepasnya. Namun, melihat betapa pentingnya peran Mainoo di lini tengah, tampaknya mereka tak tertarik melepas aset berharganya itu. Sebaliknya, gelandang muda ini diproyeksikan menjadi pemain kunci dalam era baru Manchester United di bawah asuhan Amorim.
Revisi Total Skuad, Matheus Cunha Jadi Target Utama

Di tengah rencana besar membangun ulang tim, Ruben Amorim disebut sudah memiliki nama-nama incaran utama. Salah satu pemain yang masuk radar utama pelatih asal Portugal tersebut adalah Matheus Cunha.
Cunha, yang kini memperkuat Wolverhampton Wanderers, digadang-gadang bakal mengisi peran krusial sebagai gelandang serang dalam formasi 3-4-2 milik Amorim. Demi mewujudkan hal ini, Manchester United dikabarkan sedang bersiap mengaktifkan klausul rilis sang pemain yang mencapai 62,5 juta poundsterling.
Langkah ini menunjukkan bahwa Amorim benar-benar serius ingin memperkuat sektor serangan tim, dengan pemain yang memiliki kreativitas tinggi dan naluri mencetak gol dari lini kedua.
Selain Cunha, MU juga membidik striker muda Inggris, Liam Delap. Nama Delap menjadi perhatian serius, apalagi jika Ipswich Town — klubnya saat ini — harus terdegradasi dari Premier League. Dalam kontraknya, disebutkan adanya klausul pelepasan senilai 30 juta pound jika klub mengalami degradasi, yang tentu saja menjadi peluang bagus bagi Manchester United untuk merekrutnya.
Kombinasi Strategi dan Finansial
Manchester United saat ini berada dalam persimpangan antara membangun ulang skuad dan menjaga stabilitas keuangan. Dalam beberapa musim terakhir, klub memang ditekan oleh aturan keuangan yang ketat dari Premier League. Oleh karena itu, menjual pemain seperti Garnacho bisa menjadi langkah logis guna mengumpulkan dana untuk pembelian pemain baru yang sesuai visi pelatih.
Di sisi lain, mempertahankan pemain seperti Mainoo menjadi penting untuk menjaga identitas tim serta kontinuitas performa, terutama karena ia merupakan hasil akademi klub yang kini mulai bersinar di level tertinggi.
Keseimbangan antara membangun kembali skuad yang kompetitif dan tetap patuh terhadap aturan finansial menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Amorim dan manajemen MU. Dalam situasi seperti ini, setiap keputusan jual dan beli pemain tidak hanya soal strategi permainan, tetapi juga manajemen risiko keuangan jangka panjang.
Masa Depan yang Menarik untuk Disimak
Meski musim belum berakhir sepenuhnya, atmosfer di Old Trafford mulai terasa seperti awal era baru. Dengan potensi perubahan besar dalam komposisi tim, para pendukung tentu menanti gebrakan yang bisa membawa Manchester United kembali ke jalur kejayaan.
Mampukah Mainoo bertahan dan menjadi tulang punggung lini tengah Setan Merah? Dan apakah kedatangan pemain-pemain baru seperti Matheus Cunha akan mampu menghidupkan kembali daya saing MU di papan atas Premier League?
Satu hal yang pasti, musim panas nanti akan menjadi momen sibuk dan penuh kejutan bagi fans Setan Merah. WagonNews akan terus memantau setiap perkembangan terbaru dari jantung Old Trafford
