M-Lock Bola – Manchester United akan kembali menyapa para penggemarnya di Asia Tenggara melalui laga eksibisi seru melawan tim gabungan terbaik dari kawasan ASEAN, yakni ASEAN All-Stars. Laga bergengsi ini direncanakan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia, pada 28 Mei 2025.
Tim ASEAN All-Stars akan dipimpin oleh pelatih yang tengah mencuri perhatian di kancah sepak bola Asia Tenggara, Kim Sang-sik. Pelatih asal Korea Selatan ini bukan hanya berhasil membawa Timnas Vietnam menjuarai Piala AFF 2024, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai pelatih debutan yang langsung mempersembahkan trofi prestisius tersebut untuk The Golden Star.
Namun, yang menarik perhatian bukan hanya sang pelatih. Menjelang pertemuan dengan tim Setan Merah, pelatih asal Korea Selatan itu dipastikan akan mengandalkan tiga pemain naturalisasi yang memperkuat skuad ASEAN All-Stars, yang terdiri dari para pesepak bola terbaik dari kawasan Asia Tenggara.
Campuran Bintang dari 12 Negara ASEAN

Tim ASEAN All-Stars merupakan kombinasi dari para pemain pilihan terbaik dari 12 negara anggota Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Hingga saat ini, sebanyak 17 nama sudah dipastikan masuk dalam daftar skuad sementara.
Dari Timor Leste, ada Joao Pedro, sedangkan Myanmar diwakili oleh Maung Maung Lwin, dan Laos mempercayakan Bounphachan Bounkong.
Dari Kamboja, terdapat dua nama yang masuk ke dalam skuad, yakni Kan Mo dan Andres Nieto—keduanya merupakan pemain naturalisasi. Dari Indonesia, muncul nama Asnawi Mangkualam dan Muhammad Ferarri. Brunei Darussalam diwakili oleh Azwan Ali Rahman. Thailand tak mau kalah dengan menyumbangkan tiga pemain, yaitu Patiwat Khammai, Nikolas Mickelson, serta Peeradol Chamrasamee.
Tiga negara lainnya—Singapura, Filipina, dan Australia—belum mengumumkan perwakilan mereka. Meski begitu, pelatih Kim Sang-sik tampaknya telah menetapkan susunan inti untuk menghadapi tantangan berat dari tim asal Liga Inggris tersebut.
Trio Naturalisasi yang Mencuri Perhatian
Dari 17 pemain yang telah diumumkan, tiga di antaranya berstatus sebagai pemain naturalisasi. Meskipun tak satu pun dari Indonesia, ketiganya dianggap sebagai pilar penting dalam menghadapi tantangan berat dari Manchester United.
Kan Mo (Faeez Khan) merupakan nama pertama yang mencuri perhatian. Lahir di Afrika Selatan, ia telah lama merumput di Kamboja sejak tahun 2020. Pada Agustus 2024, ia resmi mendapatkan kewarganegaraan Kamboja dan kini memperkuat tim nasional negara tersebut. Dengan usia 32 tahun, pengalaman dan kekuatan fisiknya membuatnya menjadi andalan lini belakang, apalagi ia dikenal memiliki kemampuan membaca permainan yang sangat baik.
Sementara itu, Andres Nieto, gelandang berdarah Kolombia, juga telah menjadi bagian dari sepak bola Kamboja sejak tahun 2020. Meskipun berposisi sebagai gelandang, Nieto dikenal memiliki naluri menyerang yang tinggi serta kerap mencetak gol dari lini kedua. Kualitas itu akan sangat berguna dalam menghadapi pertahanan MU yang terkenal solid.
Aguero sendiri merampungkan proses naturalisasinya pada September 2022 dan langsung mendapat kesempatan membela timnas Malaysia beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada Desember tahun yang sama. Hebatnya, ia langsung mencetak gol perdananya untuk Harimau Malaya dalam pertandingan melawan Laos pada babak grup Piala AFF 2022.
Strategi dan Harapan Kim Sang-sik

Kim Sang-sik bukan pelatih sembarangan. Ia dikenal memiliki filosofi permainan yang menekankan kerja sama tim, mobilitas tinggi, serta transisi cepat antara bertahan dan menyerang. Dengan komposisi pemain dari berbagai latar belakang dan gaya bermain, tantangan utamanya adalah menyatukan mereka menjadi satu kesatuan yang solid.
Namun, dengan pencapaian luar biasa di Piala AFF, tak sedikit yang yakin bahwa pelatih asal Korea Selatan ini bisa membuat ASEAN All-Stars tampil tak kalah kompetitif menghadapi Manchester United.
Pertandingan nanti bukan hanya tentang menang atau kalah, melainkan momen untuk menunjukkan kekuatan kolektif sepak bola Asia Tenggara di mata dunia. Melawan tim sekaliber MU tentu bukan hal mudah, tapi ASEAN All-Stars memiliki keunggulan: semangat regionalisme dan semangat untuk membuktikan kualitas mereka di panggung internasional.
ASEAN ALL-Star Tanpa Naturalisasi Indonesia, Apa Kata Netizen
Menariknya, dari daftar pemain naturalisasi yang akan tampil, tak satu pun berasal dari Indonesia. Beberapa netizen menyayangkan absennya nama-nama naturalisasi seperti Jordi Amat atau Shayne Pattynama, yang selama ini dikenal cukup menonjol bersama Garuda.
Di sisi lain, kehadiran Asnawi Mangkualam dan Muhammad Ferarri di lini pertahanan menjadi kebanggaan tersendiri bagi publik sepak bola Indonesia. Harapannya, kedua pemain ini mampu menunjukkan performa terbaik mereka dan mengharumkan nama bangsa dalam pertandingan internasional yang dinantikan ini.
