Jakarta – PEC Zwolle mengalami kekalahan besar dengan skor 0-4 saat menghadapi Feyenoord di Stadion Feijenoord dalam laga pekan ke-30 Eredivisie 2024/2025, Sabtu (26/4/2025) dini hari WIB. Eliano Reijnders, yang dipercaya bermain penuh di posisi bek kanan, menyaksikan timnya kesulitan melawan tim tuan rumah yang tampil dominan.
Pada laga kali ini, pelatih PEC Zwolle, Johnny Jansen, menurunkan formasi terbaik yang dimilikinya, dengan Eliano Reijnders menjadi bagian penting dalam lini pertahanan tim. Meskipun sudah berusaha keras, PEC Zwolle yang sedang berjuang untuk menjauh dari zona degradasi terlihat kesulitan melawan Feyenoord yang tampil sangat dominan.
Feyenoord menunjukkan keunggulan mereka sejak awal pertandingan. Pada babak pertama, tim tuan rumah sudah unggul tiga gol tanpa balas hanya dalam waktu kurang dari setengah jam. Ayase Ueda membuka keunggulan untuk Feyenoord pada menit ke-14, disusul gol Antoni Milambo pada menit ke-22. Tak lama setelah itu, Igor Paixao menambah keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-25, yang menjadi gol ketiga dalam waktu singkat.
Terkadang PEC Zwolle dengan usahanya bangkit pada babak kedua, keunggulan Feyenoord tetap bertahan. Pada menit ke-79, Igor Paixao menambah gol keempat sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan telak 4-0 untuk tim tuan rumah.
PEC Zwolle dalam Ancaman Degradasi

Kekalahan ini tidak mengubah posisi PEC Zwolle di klasemen, yang tetap berada di peringkat ke-15 dengan 31 poin. Meski demikian, PEC Zwolle masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka di sisa musim ini. Meskipun unggul 12 poin dari RKC Waalwijk yang berada di zona degradasi (posisi ke-17), PEC Zwolle masih memiliki empat laga tersisa untuk memastikan kelangsungan mereka di Eredivisie musim depan.
Namun, dengan Willem II yang kini hanya tertinggal tujuh poin dan masih menyisakan satu laga lebih sedikit (29 pertandingan), PEC Zwolle tidak bisa lengah. Jika Willem II berhasil meraih kemenangan dalam laga-laga tersisa mereka dan menyalip PEC Zwolle, maka tim yang diperkuat oleh Eliano Reijnders ini bisa terancam terdegradasi melalui jalur play-off, sebuah skenario yang semakin mengkhawatirkan mengingat tekanan yang semakin besar menjelang akhir musim.
Sisa Laga Menentukan Nasib PEC Zwolle
Dengan empat pertandingan tersisa, PEC Zwolle akan berjuang keras untuk mengamankan posisi mereka di Eredivisie. Setiap poin yang mereka raih akan sangat berharga untuk menghindari ancaman degradasi yang semakin nyata. Pada saat yang sama, persaingan dengan tim-tim yang berada tepat di bawah mereka seperti Willem II dan RKC Waalwijk membuat setiap laga menjadi sangat krusial.
Kekalahan dari Feyenoord bisa menjadi pukulan telak, namun ini juga menjadi momentum bagi PEC Zwolle untuk lebih fokus dan memperbaiki permainan mereka dalam laga-laga berikutnya. Eliano Reijnders dan rekan-rekannya harus segera berbenah, menyusun strategi yang lebih solid, dan menghadapinya dengan semangat juang yang tinggi. Selain itu, faktor mental juga akan memainkan peran penting di sisa musim ini.
Susunan Pemain:
Feyenoord (4-2-3-1):
Timon Wellenreuther; Givairo Read, Gernot Trauner, David Hancko, Hugo Bueno; Hwang Im-beom, Jakub Moder; Anis Hadj Moussa, Antoni Milambo, Igor Paixao; Ayase Ueda
Pelatih: Robin van Persie
PEC Zwolle (4-2-3-1):
Jasper Schendelaar; Eliano Reijnders, Simon Graves, Anselmo McNully, Sherel Floranus; Ryan Thomas, Anouar El Azzouzi; Younes Namli, Dave van den Berg, Filip Krastev; Dylan Vente
Pelatih: Johnny Jansen
Harapan PEC Zwolle di Sisa Musim
Meski pertandingan melawan Feyenoord mencerminkan penguasaan penuh dari tim tuan rumah, PEC Zwolle tetap memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka ke depannya. Setiap pertandingan ke depan adalah final bagi mereka, dan Eliano Reijnders bersama rekan-rekannya harus menunjukkan ketahanan mental dan kerja keras untuk memastikan mereka tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Belanda.
Meskipun perjuangan mereka akan semakin berat, PEC Zwolle memiliki potensi untuk bangkit, terutama dengan kekuatan tim yang cukup solid dan pengalaman yang dimiliki para pemain. Namun, tentu saja, tantangan terberat akan datang dari lawan-lawan yang lebih kuat di laga-laga sisa. Mampukah mereka melewati ujian ini? Hanya waktu yang akan menjawab
